Tersangka Kasus Korupsi Tanah Kuburan Maju di Pilkada 2020

Tersangka Kasus Korupsi Tanah Kuburan Maju di Pilkada 2020
Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Tersangka Dugaan Korupsi Tanah Kuburan
Tersangka Kasus Korupsi Tanah Kuburan Maju di Pilkada 2020

Unews.id – Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Johan Anuar kembali maju sebagai bakal calon bupati mendampingi Kuryana Aziz yang merupakan bupati petahana. Diketahui pasti bahwa bakal calon ini melaju ke Pilkada 2020 tanpa lawan alis calon tunggal.

Kuryana Aziz-Johan Anuar telah mendaftar ke KPU pada Jumat 94/9/2020) dengan memborong dukungan dari 12 partai. Dari 14 partai itu adalah Hanura, NasDem, PDIP, PKD, Demokrat, Gerindra, PPP, PKPI, Golkar, PAN, PBB, PKS, Partai Garuda dan PSI.

“Sekitar pukul 08.15 WIB tadi, Kuryana Aziz-Johan Anuar pendaftar hari pertama dengan dukungan 12 partai politik. Jika dilihat dari jumlah kursi di DPRD tentu mereka sudah sangat mencukupi, bahkan pihaknya juga didukumg oleh dua partai yang tidak memiliki kursi si DPRD yaitu Partai Garuda dan PSI” Kata Ketua KPU OKU, Naning Wijaya.

Hingga pendaftaran bakal calon ditutup pada hari Minggu (6/9/2020), tidak ada bakal pasangan calon lain yang mendaftar. KPU memprediksi hanya ada satu paslon yang mengikuti pilkada kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

“pendaftaran dibuka mulai dari tanggal 4 dan akan ditutup pada tanggal 6 September. Kemarin itu batas akhir pendaftaran, tetapi hingga pukul 12 malam tadi tidak ada yang mendaftar lagi,” ujar Nining.

Sesuai dengan regulasi selama 3 hari ini pihak KPU akan mengumumkan pendaftaran calon untuk dibuka kembali mulai dari tanggal 10-12 September. Kecil kemungkinan ada bakal pasangan calon yang akan menempuh melalui jalur perseorangan di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang mendaftar bisa lulus administratif. Namun semua parpol yang memiliki kursi di DPRD OKU sudah mengusung Kuryana-Johan.

“Jika kemungkinan besar calon tunggal, maka sesuai regulasi 3 hari kedepan kami akan umumkan untuk membuka calon pendaftar baru dari tanggal 10-12 September,” Tambahnya.

Meskipun berpotensi hanya diikuti oleh satu pasangan calon, naning mengingatkan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu yang mempunyai hak memilih dapat menggunakan haknya. Dia berharap masyarakat tidak memilih untuk golput.

Diketahui pasti bahwa Kuryana-Johan merupakan bupati OKU yang menjabat saat ini. Namun johan sendiri merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan.

Johan Anuar dijerat polisi sebagai tersangka dugaan korupsi tanah kuburan di Kabupaten OKU pada 2018 lalu. Namun johan menang dalam gugatan praperadilan dan status tersangkanya menjadi batal.

Pihak aparat kepolisian kemudian kembali menetapkan lagi Johan sebagai tersangka pada kasus serupa awal Desember 2019. Johan kemudian mengajukan gugatan praperadilan lagi, namun gugatannya tersebut ditolak.

Johan juga sempat ditahan usai diperiksa untuk pertama kalinya sebagai tersangka pada 14 Januari. Johan kemudian dibebaskan dari tahanan pada 12 Mei lantaran masa penahanannya sudah selaesai.

Namun kasus dugaan korupsi ini saat ini diambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut KPK kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp 5,7 Miliar ini sulit jika ditangani oleh aparat kepolisian.

“Kerugian Negara dalam kasus ini kurang lebih Rp 5,7 Miliar dengan tersangka Johan Anuar yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),” Ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri.

Diketahui pasti, kemarin pada Minggu (30/8/2020) KPK sudah meminta keterangan dari 27 orang diantaranya Johan Anuar selaku Wakil Bupati Oku dan Dindirman (napi di Lapas Kelas IIB Baturaja) serta 4 orang pegawai bank BRI. (rf/yy)

Sumber : Detik.com