Sulap Timah Bekas Jadi Rupiah,  Ini Yang Dikerjakan Yono

Sulap Timah Bekas Jadi Rupiah,  Ini Yang Dikerjakan Yono
Sulap Timah Bekas Jadi Rupiah,  Ini Yang Dikerjakan Yono

Banyuwangi,  Memanfaatkan timah bekas dari pedagang besi tua di wilayah Banyuwangi, Kariyono (39) menyulapnya menjadi barang istimewa bagi pemancing mania. Timah timah bekas tersebut di buat kariyono untuk Metal Jig (umpan buatan)  yang biasanya digunakan pemancing untuk teknik jigging. 

Pria yang akrab dengan panggilan Yono Bethuk yang tinggal di Gang Lombok Sukowidi Kecamatan Kalipuro Banyuwangi tersebut memulai usahanya dari hobinya memancing. Yono mengaku sebelum membuat metal jig sendiri, dirinya lelah membeli metal jig pabrikan yang harganya cukup merogoh kantong. Akhirnya Yono mencoba untuk membuatnya sendiri.

"Ya,  awalnya capek beli metal jig pabrikan yang harganya cukup mahal. Capeknya waktu memancing metal jignya putus atau nyantol dikarang kan harus beli lagi buat ganyinya, akhirnya saya buat sendiri dari timah bekas, " jelas Yono Bethuk saat di temui di tempat usahanya. 

Setelah membuat sendiri yono membagikan kepada rekan sesama pemancinnya. Setelah di coba untuk memancing Metal Jig besutan Yono sangat memuaskan hasilnya.  Metal jig produksi kariyono berfariasi ada yang bentuk cumi, ikan dan sangat mirip dengan buatan pabrik. Membaca peluang tersebut, Yono akhirnya memproduksi besar besaran, dan mengirimnya ke berbagai daerah bahkan keluar Jawa seperti Bali, Lombok, Kalimantan dan Papua.

Usaha tersebut dimulai sejak 2015 lalu di Banyuwangi. Yono mampu memproduksi sekitar 1.500 buah metal jig per bulan. Yono mengaku hingga saat ini dirinya belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Jika permintaan meningkat, Yono hanya mampu memproduksi 2.000 buah metal jig.

"Banyaknya pesanan dari toko toko pancing terkadang membuat saya kuwalahan. Ini aja hanya mampu produksi 2000 biji kalau sudah rame. itupun di bantu sama istri dan anak anak muda di kampung sini," paparnya. 

Umpan buatan tersebut dijual dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 80 ribu. Harga itu disesuaikan dengan ukuran dan berat dari metal jig itu. Ukuran terkecil seberat 40 gram hingga ukuran paling besar dengan berat 600 gram alias 6 ons.

Yono mengatakan untuk memproduksi 1.500 unit umpan metal jig, home industry itu membutuhkan 300 kilogram bahan baku seharga Rp 7 juta. Selain timah, dia juga membutuhkan sejumlah bahan baku lain. Seperti cat mobil, stiker, hingga bubuk fosfor. Per bulan dirinya bisa meraup untung hampir Rp 15 juta tiap bulannya. 

"Jika ditotal biaya produksi 1.500 unit metal jig ini sekitar Rp 12 juta. Itu sudah termasuk ongkos pengerjaannya," jelasnya. 

Sementara itu Hanif salah satu pembeli Metal Jig buatan Yono mengaku jika metal jig buatan yono sangat bagus dan tak kalah sama pabrikan.  Hanif yang semula memancing menggunakan teknik dasar,  sekarang beralih ke tekhnik jigging.

"Awalnya saya memancing dengan menggunakan umpan udang atau ikan beneran. Setelah tau di banyuwangi ada yang membuat metal jig saya mencobanya, ternyata hasilnya memuaskan dan nggak bingung beli umpan ikan sungguhan saat memancing," jelasnya

"Disamping harganya terjangkau warna dan model dari metal jig produksi yono ini banyak pilihan. Dan saya bisa memesan sesuai dengan keinginan saya baik bentuk dan warna metal jignya," pungkas pria berparas arab tersebut. (ren)