Siswi Cantik Penjual Sayur, Viral di Media Sosial

Siswi Cantik Penjual Sayur, Viral di Media Sosial
Eka Septia Erviana saat berkeliling menjajakan sayuran (Istimewa)

VIRAL, Unews.id - Siswi Cantik Penjual Sayur, Viral di Media Sosial. Kisah kehidupan dara berparas ayu ini membuat warganet terhenyut. Gadis ini bernama Eka Septia Erviana, masih berusia 17 tahun, warga Desa Dumpil, Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendapat apresiasi dari netizen dikarnakan diusia senja sudah membantu orangtua dengan cara menjual sayuran.

Via sapaan akrabnya merupakan siswa kelas XI SMAN 2 Tayu. Tak hanya memiliki wajah cantik, ternyata ia juga memiliki hati yang sangat lembut. Tanpa rasa malu via melakoni pekerjaan barunya sebagai penjual sayur.

Menjelang matahari terbit, Via sudah mulai mempersiapkan diri menjajakan sayuran sejak pukul 06.30 WIB didepan rumahnya. Jajanan jualan aneka keperluan dapur, mulai dari sayuran, bumbu dapur, ikan, kerupuk, dan lainnya tersedia di lapaknya.

Usai melayani ibu-ibu tetangga membeli aneka resep dapur, biasanya dara cantik 17 tahun ini berkeliling menjajakan sayuran ke kampung terdekat untuk menjajakan dagangannya.

Saat dimintai keterangan, Via mengatakan dirinya berjualan menggantikan posisi ibu. Suprihatin namanya, dimana kondisinya saat ini tengah hamil tua. Ibu yang telah menguatkan hati saya dan saya tidak tega melihat ibu terbebani menjual sayuran saat sedang hamil tua.

Baca Juga: Hebat, Pria Ini Viral Sekali Nikah Gandeng 2 Wanita Sekaligus

“Saya gak tega dan kasihan sama ibu. Apalagi tengah malam ibu harus kulakan ke pasar dan kadang-kadang saat berbelanja ibu kehujanan. Apalagi usia kandungannya sudah tujuh bulan. Inilah yang membuat hati saya tersentuh dan memiliki inisiatif menggantikan ibu berjualan,” kata Via sembari bergelimang air mata

Sebenarnya pekerjaan berjualan sayur yang dilakukan ibunya terbilang masih baru digeluti. Sebab sebelumnya ibu Suprihatin bekerja di pabrik konveksi. Namun lantaran Covid-19 ibu berhenti karena pabrik tempatnya bekerja terdampak masa pandemi

Saat menggantikan posisi ibu, Via harus bangun dini hari untuk kulakan ke pasar. Habis subuh sekitar Pukul 04.00- 05.00 membuka lapak jualan didepan rumah lalu berkeliling di kampung-kampung terdekat maksimal sampai pukul 10.00 WIB

“Setelah jualan didepan rumah saya berkeliling di lingkungan desa sampai dagangan habis. Paling lama biasanya sampai pukul 10.00,” ungkapnya.

Dengan pola pembelajaran sistem daring yang saat ini sedang dijalankan disekolah, membuat Via lebih leluasa membantu orang tunya mencari nafkah. Meskipun sistem pembelajaran nantinya berjalan normal, dirinya mengaku masih akan tetap membantu orang tua.

“Apabila sistem pembelajaran sudah berjalan normal, kemungkinan nanti saya yang akan kulakan kepasar dan berjualan pagi hari di rumah,”tuturnya. (yy)