Satu Anggota Keluarga Terseret Arus Sungai Kalibendo

Satu Anggota Keluarga Terseret Arus Sungai Kalibendo
Jenazah Linda Swantika saat dievakuasi (Dokumen Unews.id)

BANYUWANGI, Unews.id - Celaka, hasrat hati ingin melepas penat menikmati hari libur bersama orang tercinta menikmati keindahan Obyek Wisata Sungai Kalibendo, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, membuat satu anggota keluarga terseret arus air sungai yang datang secara tiba-tiba.

Peristiwa naas ini, terjadi ketika keluarga Mario Wahyudi Oktavian (38) sedang asyik bercanda tawa sembari menikmati desiran aliran air Sungai Kalibendo (tepatnya persis di bawah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Licin dengan Kecamatan Glagah)

Awalnya deburan aliran air mengalir begitu tenang (tidak deras), sehingga mereka mandi di pinggir sungai, hanya berselang beberapa menit kemudian hujan turun sehingga acara mandi berhenti dan berteduh di bawah jembatan. Secara tiba-tiba datang air mengalir deras berkecepatan tinggi hingga menyebabkan dirinya tak kuasa menahan gempuran air, merekapun terhanyut mengikuti derasnya air.

"Saat itu aliran air sedang tidak deras, jadi mereka mandi-mandi di pinggir sungai. Kemudian turun hujan, sehingga mereka berteduh di bawah jembatan. Tiba-tiba datang air besar berkecepatan tinggi sehingga mereka tersapu," kata Kapolsek Glagah, AKP Imron saat dikonfirmasi pada Minggu (29/11).

Beruntung saat kejadian ada sebagian warga yang mengetahui peristiwa itu dan berusaha bahu membahu menolong keluarga Wahyudi. Alhamdulilah bapak, Mario Wahyudi Oktavian (38), beserta dua anaknya, Kenzie Jagat Tirta (9) dan Almeera Raisa Hanum (3) berhasil diselamatkan. Mereka berhasil tertolong sekitar kurang lebih 50 meter dari titik lokasi awal dirinya terhanyut

Baca Juga: Benarkah Inisial MA itu Mareta Angel? Berikut Informasi dan Biodatanya

Namun sayangnya, kondisi ibu dari 3 anak ini bernama Linda Swantika (31) sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa terseret banjir sejauh 200 meter, sekitar pukul 13.00 WIB. Putra bungsunya, Raden Adipati Wirabumi masih berusia kurang lebih satu tahun juga terseret derasnya air dan masih belum diketemukan.

Petugas Tim SAR dari BPBD Banyuwangi, Basarnas, dan beberapa anggota dari TNI/Polri menggelar operasi gabungan dan terus melakukan pencarian keberadaan sosok bayi malang ini dibantu oleh warga sekitar.

Menurut keterangan dari salah satu saksi, padahal sebelum guyuran air mengalir deras mereka sudah diperingatkan oleh petugas perkebunan, namun masih saja seolah mengabaikan informasi dini tersebut.

"Sebelum kejadian menimpa keluarga Wahyudi, mereka sudah diingatkan oleh petugas keamanan. Tetapi korban masih ada di lokasi," jelas Eka Muharram, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, saat dikonfirmasi terpisah.

Peringatan ini dilakukan oleh petugas sekitar kurang lebi hsatu jam sebelum kejadian berlangsung, tepatnya sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu petugas keamanan yang kebetulan melintasi jembatan sudah memberitahu agar tidak berteduh di bawah jembatan sebab biasanya kalau hujan turun deras, maka air sungai akan meluap hingga menyebabkan banjir.

“Semoga korban yang masih belum berhasil diketemukan. Segera ditemukan dengan selamat,” imbuhnya. (yy)